"Sepatunya kok ga datang-datang ya?"
Sedikit harapan masih ada sepatu pengganti ini akan cepat datangnya tepat waktu, maklum mau dipakai dikarenakan janji yang sudah terucap ini .. Sekitar pukul 3 sore, panggilan telfon dari mas JN* pun datang dan hmmmm . .. ternyata sikiriman sepatu .. . Alhamdulillah bisa sampai dan tepat waktu, rencana esok haripun bisa dijalankan menuju Gunung Salak :D
Sedikit harapan masih ada sepatu pengganti ini akan cepat datangnya tepat waktu, maklum mau dipakai dikarenakan janji yang sudah terucap ini .. Sekitar pukul 3 sore, panggilan telfon dari mas JN* pun datang dan hmmmm . .. ternyata sikiriman sepatu .. . Alhamdulillah bisa sampai dan tepat waktu, rencana esok haripun bisa dijalankan menuju Gunung Salak :D
Siapa
yang tak tahu Gunung Salak, para rekan pendaki tentu sudah paham ...
gunung 2211 mdpl ini sempat menjadi incaran media masa beberapa waktu
lalu karena kasus pesawat Sukhoi yang menabrak gunung ini, jika kita
dengar dari beberapa Ilmuwan dikatakan bahwa karena awan kabut yang
menghalangi setiap apapun melewati gunung ini, sedangkan kata orang
"pintar" ini karena "hal" yang hanya bisa dimengerti oleh orang "pintar"
tersebut.
Nama Gunung Salak sendiri saya berpikir awalnya dari nama buah Salak, namun ternyata artinya bukan Salak buah, akan tetapi artinya adalah "perak" menurut orang sana, dipercaya melalui
Nama Gunung Salak sendiri saya berpikir awalnya dari nama buah Salak, namun ternyata artinya bukan Salak buah, akan tetapi artinya adalah "perak" menurut orang sana, dipercaya melalui
Jadii .... hari sabtu, setelah shubuh kita pun berangkat dari kosan menuju halte Sarinah sesuai dengan niat naik APTB Jalur Tenabang Ciawi, kami sedikit telat karena bis pertama jalan pukul 5 pagi. Kami baru dapat bis sekitar pukul setengah 7 pagi. Jam 8 kami sudah sampai di Ciawi disambung dengan angkot ke menuju Cicurug, sampai di pemberhentian terakhir di SPBU Cicurug, selanjutnya dilanjutkan naik angkot putih menuju terminal Cidahu, ya Cidahu jalur yang kami pilih karena paling dekat dari Jakarta. Dari ciawi ke Cidahu kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam maksimal. Makan siang sholat dan proses tawar menawar harga ojek disana membuat kami baru bisa jalan menuju puncak pada pukul 1 siang .. Panas!
Perjalanan
awal kami masih ditemani dengan papasan dengan beberapa motor dan mobil
karena memang diatas sana masih ada tempat yang dikenal dengan Javana Spa yang
terkenal sebagai salah satu resort terbaik, apalagi jika sudah
menyediakan helipad bagi tamu eksekutif mereka. Tapi kami tidak kesini
:p
Perjalananpun dimulai,
Perjalananpun dimulai,
kami
mulai melangkahkan kaki menaiki Gunung Salak ini, tak terasa sudah
Ashar saja, kami pun menyempatkan istirahat sejenak. Ada hal yang terasa
cukup aneh, adalah kami baru berpapasan dengan pendaki lain(yang sudah
mau turun) sekitar pukul 5 sore. Setelah 4 jam berjalan kami baru
menemukan orang lain, menurut kami ini pendakian yang sangat berasa
"sepi" mengingat kami hanya naik berdua saja. apalagi dengan trek record
Gn. Salak yang selama ini beredar ditelinga para pendaki.
Saat berpapasan, kami sempat berbincang ringan dengan pendaki lainnya. Menurut informasi dari orang-orang yang mengaku rohis tersebut dipuncak sana ada sumber air sehingga kami berjalan dengan sangat penuh percaya diri untuk mencapai puncak. Perjalananpun kami lanjutkan kembali, hingga Maghrib datang kami masih belum mencapai puncak bayangan (puncak camp sebelum Puncak sebenarnya). Setelah maghrib ditempat yang kami sebut bivak terbaik , kamipun ngopi dan beristirahat kami sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Tidak banyak perndaki yang "mau" berjalan pada saat malam digunung ini, salah satunya mungkin karena ini ..
Saat berpapasan, kami sempat berbincang ringan dengan pendaki lainnya. Menurut informasi dari orang-orang yang mengaku rohis tersebut dipuncak sana ada sumber air sehingga kami berjalan dengan sangat penuh percaya diri untuk mencapai puncak. Perjalananpun kami lanjutkan kembali, hingga Maghrib datang kami masih belum mencapai puncak bayangan (puncak camp sebelum Puncak sebenarnya). Setelah maghrib ditempat yang kami sebut bivak terbaik , kamipun ngopi dan beristirahat kami sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Tidak banyak perndaki yang "mau" berjalan pada saat malam digunung ini, salah satunya mungkin karena ini ..
Namun
karena kami masih belum mendapatkan lokasi camp yang pas, kami masih
memutuskan untuk naik terus hingga menemukan tempat camp yang cocok.
Perjalanan setelah Maghrib cukup menegangkan, kabut tebal mengitari kami
selama pendakian, jika kami berhentipun hujan turun, berjalan lagi
hujan reda, ini terjadi hingga beberapa kali .. . namun kami anggap ini
pertanda baik saja. Saat gelap sudah menyongsong perjalannpun tetap
dilanjutkan dengan bantuan headlamp, namun headlamp saya bermasalah,
mengedip redup dan mati. Sangat disayangkan jika tiada penerangan saat
jalan malam. Pikiran awalpun sedikit suudzon dengan "lingkungan," yang
mungkin saja lagi iseng .. .. . namun setelah dicek kembali ternyata
sudah karatan sehingga harus dibersihkan .. Akhirnya bisa berpikiran
jernih lagi
:p
:p
Pukul
8 malam kami mencapai puncak bayangan, kami seperti orang asing yang
yang tak mau disapa untuk memastikan kami "sama" dengan orang-orang
disana, aneh ? Tidak sama sekali. Kamipun menyapa para pendaki yang
sudah camp duluan dengan Assalamualaikum, wajah merekapun serasa kembali
berseri mendengar sapaan doa dari kami. :D
Seteleah beristiraha sejenak. camppun kami sandingkan didaerah puncak bayangan ini, sambil mendirikan tendapun bincang-bincang dengan sesama pendakipun berlangsung :D
--Skip "cerita" malam--
Pukul 4 kami bangun hendak melanjutkan perjalanan, namun apad aya mata berat ini baru bisa dibuka pukul setengah 5. Beberes untuk lanjut kembali dan shubuh kami baru bisa jalan pukul 5. Yap, masih gelap namun sudah tidak berkabut lagi. Dari puncak bayangan ini menuju puncak jalannya nanjak habis, bagi yang sudah pernah naik ke Gn. Gede mungkin tau ya tanjakan setan, tapi ini lebih panjang dan sedikit lebih susah treknya.
--
Seteleah beristiraha sejenak. camppun kami sandingkan didaerah puncak bayangan ini, sambil mendirikan tendapun bincang-bincang dengan sesama pendakipun berlangsung :D
--Skip "cerita" malam--
Pukul 4 kami bangun hendak melanjutkan perjalanan, namun apad aya mata berat ini baru bisa dibuka pukul setengah 5. Beberes untuk lanjut kembali dan shubuh kami baru bisa jalan pukul 5. Yap, masih gelap namun sudah tidak berkabut lagi. Dari puncak bayangan ini menuju puncak jalannya nanjak habis, bagi yang sudah pernah naik ke Gn. Gede mungkin tau ya tanjakan setan, tapi ini lebih panjang dan sedikit lebih susah treknya.
--
Menuju
puncak ini juga melewati jalan yang hanya lebar sekitar 15cm, dengan
jurang terjun bebas kiri dan kanannya .. . tapi untungny ada tali yang
siap sedia membantu kita melewati jalur ini. Untuk jalur ini lebih enak
dilalui malam hari atau dalam kondisi gelap, karena saat turunnya jalan
ini berasa seram karena jurangnya yang sangat dalam. u,,u
Ke puncak kami menghabiskan waktu 1 jam dari loaksi camp, puncaknya masih sangat hijau namun ada 1 bangunan seng tak sempat saya cek didalamnya apa, namun berbunyi kabar disana merupakan makam orang penting disana, ada yang bilang itu bekas orang jualan. Sayangnya saya tak sempat mengecek, maklum mengejar waktu turun dan balik Jakarta hari itu juga .. hmmm ... Berfoto beberapa saat dan bikin video(nyusul diupload) untuk rekans yang tidak ikut serasa wajib dilakukan :p
Ke puncak kami menghabiskan waktu 1 jam dari loaksi camp, puncaknya masih sangat hijau namun ada 1 bangunan seng tak sempat saya cek didalamnya apa, namun berbunyi kabar disana merupakan makam orang penting disana, ada yang bilang itu bekas orang jualan. Sayangnya saya tak sempat mengecek, maklum mengejar waktu turun dan balik Jakarta hari itu juga .. hmmm ... Berfoto beberapa saat dan bikin video(nyusul diupload) untuk rekans yang tidak ikut serasa wajib dilakukan :p
Setelah sedikit berfoto ria dengan alam sekitar kami segera turun, kami berharap speed
kami turun bisa beberapa kali lebih cepat, namun tidak seperti harapan
kami, kami turun jauh lebih lambat dari perkiraan kami karena kondisi
jalan yang memang tak memungkinkan. Sesampainya dicamp tidak langsung
srapan, kami memilih bungkus tenda dan segera turun dengan perhitungan
makan dijalan saat ketemu sumber air. Ini sedikit menjadi kendala,
karena kami naik hanya membawa air sekitar 3 liter yang dipakai hingga
saat turun membuat kami merasa sangat dehidrasi. Setengah perjalanan
turun saya sudah tidak konsentrasi, satu kali membentur batu dan satu
kali menabrak kayu menjadi hadiah atas hilangnya konsentrasi. Sungguh
dehidrasi itu mengganggu sekali. Sobat yang ingin mendaki gunung ini
sebaik nya membawa air yang cukup, terakhir sumber air ada di 300 meter
setelah pertigaan Bajuri jika kita arah naik, selepas itu tidak ada lagi
sumber air seperti yang diberitakan orang-orang kecuali air hujan.
Alhamdulillah kita bertemu orang yang cukup berbaik hati menawarkan air saat sedang turunsekitar 10 menit sebelum mata ait yang kami tau , Alhamdulillah .. sungguh baik ini orang! Semoga kita bertemu lagi dilain kesempatan bros!
Dahaga lepas kami pun segera beranjak agar dapat memasak disekitar sumber air, tak lupa dengan terimakasih tentunya. Mie menjadi pilihan, disini kami bahkan tidak menyempatkan diri membuat kopi meningat waktu yang akan kami tempuh kebawah masih lumayan jauh. Selesai makan dan Dzuhur kami kembali beranjak turun, waktu sudah berada dipukul setengah 2 siang! Wau, bis kami terakhir jam 5 !
Dari sini tenaga kami sudah kembali full kembali, turun kami jadi cukup cepat mencapai pintu pendakian ..
Alhamdulillah kita bertemu orang yang cukup berbaik hati menawarkan air saat sedang turunsekitar 10 menit sebelum mata ait yang kami tau , Alhamdulillah .. sungguh baik ini orang! Semoga kita bertemu lagi dilain kesempatan bros!
Dahaga lepas kami pun segera beranjak agar dapat memasak disekitar sumber air, tak lupa dengan terimakasih tentunya. Mie menjadi pilihan, disini kami bahkan tidak menyempatkan diri membuat kopi meningat waktu yang akan kami tempuh kebawah masih lumayan jauh. Selesai makan dan Dzuhur kami kembali beranjak turun, waktu sudah berada dipukul setengah 2 siang! Wau, bis kami terakhir jam 5 !
Dari sini tenaga kami sudah kembali full kembali, turun kami jadi cukup cepat mencapai pintu pendakian ..
Lega
rasanya kami bisa mencapai kembali pintu awal masuk pendakian, tapi ini
bukan pintu akhir, kami masih harus berjalan lagi, dijalan aspal dengan
kondisi menurun terasa sangat berat bagi kaki kami ini, beruntung ada
keluarga bahagia yang rela memberi tumpangan pickup saat kami
turun, cukup untuk berdua saja sisa tempat dibelakang, keluarga ini
ceritanya habis pergi makan siang di air terjun disana. Tak sempat kami
kesana --,-- Karena orang ini merupakan orang Cidahu asli, kita cuma
bisa menumpang sampai dengan Desa Cidahu dilanjutkan dengan angkot
hingga Cicurug dan lanjut ke Ciawi dengan angkot lagi. Pukul 16.30 kami
sudah mencapai Ciawi namun disambut dengan bis menuju Tenabang sudah
habis, Hikzzz ...
Pilihan lain kami naik jurusan Senen, lumayan tidak terlalu jauh dari kosan. Bersyukur jalanan lancar kami sampai di Jakarta sekitar pukul 7 malam. Alhamdulillah waktunya pas, hingga bisa istirahat.
Hmmm . ..
See you guys next trip!
Pilihan lain kami naik jurusan Senen, lumayan tidak terlalu jauh dari kosan. Bersyukur jalanan lancar kami sampai di Jakarta sekitar pukul 7 malam. Alhamdulillah waktunya pas, hingga bisa istirahat.
Hmmm . ..
See you guys next trip!
^-^
Gallery- Katanya ini Gn. Gede sii ...
- Lagi bikin video untuk anak2 yang ga ikut :p
- Hadiah pendakian di Salak :p
- Ujo semangat melihat pintu masuk pendakian!
- Wajah lelah kurang tidur dan minum...
- Segar habis dapat airrrr lagi ....
- tetes terkahir ..
- Tau itu Gn apa ?
- sedap?
- trek curam ke puncak ..
- Terjalll
- Gaye lu om ..
- Lagi motoin saya .. ahahha
- Di puncak Salak 1
- Puncak yang masih rimbun dengan pepohonan ^^
- poseeeee
- Ini salak 2 ..
- Love Indonesia ;')
- wajah habis kebentur batu dan kayu :'(
- aseek
- AWASS! peringatan biar hati2
- Bajuri ..
- sumber air sebelum Bajuri
- masih kuat selpii
- nunjuk arah jalan
- Before and after :D
- Masih bersiih :D
- Pose duluuu ..
- Keren? emang :p
- Gasssssssssssss!
- gaye nyee
- Diantar, tapi masih jalanan aspal ...







No comments:
Post a Comment